Plutella xylostella

Morfologi dan Biologi Plutella xylostella

Serangga dewasa atau ngengat P. xylostella memiliki ciri khas di sayap depan berupa garis bergelombang berwarna kuning.  Pada saat ngengat istirahat, sayap terlipat dan tampak terlihat bintik segiempat seperti berlian kuning.  Oleh karena itu  disebut diamondback.  Ngengat P. xylostella aktif pada malam hari atau nocturnal (Mau & Kessing  2007; Chan et al. 2008).  Ratio jumlah jantan dengan betina P. xylostella adalah 1:1 (Mau & Kessing  2007).

P. xylostella memiliki empat tahap perkembangan yaitu telur, larva, pupa dan imago (Gambar 1).  Telur P. xylostella berwarna kuning atau hijau pucat ditutupi oleh rambut-rambut (Chan et al. 2008).  Panjang telur P. xylostella 0,44 mm dan lebarnya 0,26 mm.  Ngengat betina meletakkan telur antara 250-300 butir dengan rata-rata 150 butir (Capinera 2000).

Gambar

 

 Imago P. xylostella meletakkan telur di atas dan di bawah permukaan daun, baik secara tunggal atau berkelompok dekat jaringan pembuluh daun akan menetas menjadi larva (Chan et al. 2008).  Larva P. xylostella memiliki empat instar.  Bagian ujung tubuh larva berbentuk lancip, larva memiliki lima pasang proleg, sepasang proleg menjorok dari posterior berbentuk huruf V (Capinera 2000).  Fase perkembangan larva berkisar antara 6-30 hari (Mau & Kessing  2007).  Akhir perkembangan larva akan menjadi pupa.  Pupa P. xylostella berwarna hijau terang kemudian berubah menjadi coklat atau krem pucat sampai coklat tua.  Pupa ditutupi kokon yang melekat pada permukaan daun (Chan et al. 2008).  Panjang pupa P. xylostella berkisar antara 7-9 mm (Capinera  2000).  Stadia pupa  kisaran antara 5-15 hari (Capinera  2000) dan rata-rata 8 hari (Mau & Kessing  2007).

Siklus hidup P. xylostella dari telur hingga imago meletakkan telur berkisar antara 21-51 hari.  Lama periode hidup tersebut dipengaruhi oleh faktor makanan dan lingkungan berupa suhu dan kelembaban (Chan et al. 2008).   Ditambahkan oleh Golizadeh et al. (2009) bahwa kualitas dan kuantitas tanaman inang sangat berperan pada dinamika populasi P. xylostella.  Ketersediaan makanan itu akan berpengaruh pada kebugaran imago P. xylostella.

Gejala Serangan dan Tumbuhan  Inang Plutella xylostella

Larva P. xylostella memakan jaringan di permukaan bagian bawah daun yang gejala awalnya daun tampak berwarna putih (Gambar 2).  Hal ini karena menurut Chan et al. 2008, larva memakan daun dan meninggalkan epidermis daun.  Apabila epidermis rusak maka daun akan terlihat berlubang.  Kerusakan daun yang ditimbulkan bervariasi tergantung pada tahap pertumbuhan tanaman, ukuran dan kepadatan larva P. xylostella.  Hampir seluruh daun dimakan larva P. xylostella kecuali jaringan pembuluh atau tulang daun (Mau & Kessing  2007).  Menurut Kalshoven (1981) serangan P. xylostella yang tinggi akan mengakibatkan daun berlubang dan tinggal tulang-tulang daunnya saja.

Gambar

 

Sayuran Brassicaceae yang menjadi inang P. xylostella, antara lain kubis, kubis bunga, caisin, sawi (Winasa & Herlinda  2003).  Beberapa penelitian untuk menguji kesesuaian tumbuhan Brassicaceae terhadap perkembangan P. xylostella menunjukkan bahwa keperidian P. xylostella lebih tinggi jika dipelihara di tanaman caisin daripada dipelihara di spesies tanaman yang lain.  Selain itu,  preferensi oviposisi dan memakan P. xylostella terhadap caisin dan sawi lebih tinggi dibandingkan Brassicaceae liar.  Tanaman caisin sering digunakan sebagai tanaman untuk memerangkap  P. xylostella (Charleston & Kfir 2000).

Pustaka

Capinera JL.  2000.  Diamondback Moth, Plutella xylostella (Linnaeus)(Insecta: Lepidoptera:  Plutellidae). http://edis.ifas.ufl.edu/pdffiles/IN/IN27600.pdf. (06 Agustus 2010).

Chan NW, Moe KT, Weine NNO.  2008.  Study on the biology of Diamondback Moth, Plutella xylostella (L.), on cabbage. GMSARN International Conference on Sustainable Development: Issues and Prospects for the GMS 12-14 Nov 2008. p.1-3.

Charleston DS, Kfir R.  2000.  The possibility of using indian mustard, Brassica juncea, as a trap crop for diamondback moth, Plutella xylostella, in South Africa.  Crop Protec. 19:455-460.

Golizadeh A, Kamali K, Fathipour Y, Abbasipour H.  2009.  Life table of the Diamondback Moth, Plutella xylostella (L.) (Lepidoptera: Plutellidae) on five cultivated Brassicaceous host plants.  J. Agric. Sci. Technol. 11:115-124.

Kalshoven, LGE.  1981.  The Pests of Cops  In Indonesia.  Revised and Translated by P.A. Van der Laan.  PT. Ichtiar Baru.  Van Hoeve.  Jakarta.  710p.

Mau, RFL, Kessing JLM. 2007.  Plutella xylostella (Linnaeus).  http://www.extento.hawaii.edu/Kbase/crop/type/plutella.htm. (sitasi 07 Agustus 2010).

Winasa IW, Herlinda S. 2003. Population of Diamondback Moth, Plutella xylostella L. (Lepidoptera:Yponomeutidae), and Its Damage and Parasitoids on Brassicaceous Crops. Proceedings of an International Seminar on Organic Farming and Sustainable Agriculture in the Tropics and Subtropics, Palembang October 8-9, 2003.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: